ANGIN DUDUK, ATAUKAH ANGINA PECTORIS

“ANGIN DUDUK, ATAUKAH ANGINA PECTORIS”

oleh : Ekok

Berdasarkan hasil data WHO mengatakan lebih dari 17 juta orang didunia meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah data dari Riskesdes (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 terdapat kenaikan angka kejadian penyakit yang dapat mengakibatkan serangan angina pectoris yaitu diabetes naik dari 6,9% menjadi 8,5%, hipertensi naik dari 25,85 menjadi 34,1%. Sedangkan untuk data Riskesdes 2018 angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah setidaknya 15 dari 1000 orang atau sekitar 2.784.062 orang menderita penyakit jantung

Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang sangat begitu luas dari Sabang sampai Merauke, dengan berbagai macam kebudayaan dan tradisi. Kebudayaan atau tradisi mempunyai pengaruh terhadap kebiasaan atau pola tentang kesehatan di masyarakat Indonesia. Sebagai contoh adanya istilah “Angin Duduk” yang sangat popular terutama untuk masyarakat Pulau Jawa terutama, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Apakah sich yang dimaksudkan dengan “Angin Duduk” seperti yang dikatakan oleh masyarakat kita.

“Angin Duduk” adalah istilah/gambaran masyarakat dimana seseorang yang mendapatkan keluhan “Angin Duduk” orang tersebut mengeluhkan rasa tidak nyaman seluruh tubuh, seringkali disertai mual-mual sampai muntah, dada terasa ampeg dan ada keringat dingin. Dimana keadaan ini muncul secara mendadak baik saat istirahat atau sedang dan saat aktifitas.

Angina Pectoris merupakan istilah medis yang menggambarkan rasa sakit/nyeri dada sebelah kiri disertai menjalar ke lengan kiri terkadang tembus ke belakang, menjalar juga sampai ke leher, sering kali ada keluhan penyerta pada saluran cerna seperti mual, muntah, “mbeseseg” pada perut. Angina Pectoris ini merupakan gejala khas pada seseorang yang terkena Penyakit Jantung Koroner (Sindroma Koroner Akut), dimana terdapat buntuan secara mendadak pada pembuluh darah jantung yang mengakibatkan kebutuhan oksigen dan nutrisi di otot jantung yang buntu menurun atau berkurang sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman di dada sebelah kiri seperti tertekan benda berat, dapat menjalar ke lengan kiri, sampai ke laher sebelah kiri. Keadaan ini harus segera mendapatkan pertolongan oleh tenaga ahli karena merupakan kondisi yang gawat darurat, dan dapat mengakibatkan kematian mendadak pada penderitanya.

Jika kita telaah lebih lanjut ada kemiripan gejala yang dialami oleh seseorang yang mengeluhkan “Angin Duduk” tersebut dengan gejala Angina Pectoris, sehingga masyarakat harus mewaspadai apabila mengalami atau mengetahui gejala tersebut, utamanya: 1. Pada penderita dengan usia diatas 30 tahun,2. Penderita perokok, 3. Penderita mempunyai tekanan darah tinggi atau kencing manis,4. Dikeluarga terdapat riwayat penyakit jantung, maka segeralah mencari pertolongan ke Fasilitas Kesehatan terdekat secepat mungkin, jangan ditunda-tunda atau diobati sendiri dengan obat-obatan yang ada dipasaran atau yang paling populer dimasyarakat kita adalah “dikeroki” karena  semakin lama penderita tidak segera mendapatkan pertolongan maka semakin luas dan parah otot jantung yang mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi karena adanya pembuntuan pembuluh darah jantung, jangan lagi dikerokin. Lakukan pertolongan pertama dengan melonggarkan pakaian yang ketat, berikan ruang udara yang bebas, apabila penderita mengalami pingsan jangan diberikan apapun melalui mulut penderita, tapi segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan kegawatdaruratan. Apabila penderita tidak sadar, tidak bernapas, tidak ada denyut jantung, kita dapat melakukan pertolongan kegawatan jantung dengan cara melakukan pijat jantung sambil meminta bantuan memanggil ambulance.

Cara memberikan pijat jantung adalah dengan kedua telapak  tangan, kita rekatkan kedua telapak tangan kita diatas dada bagian tengah dengan pangkal telapak tangan menempel pada dada penderita, kemudian kita lakukan pijat jantung dengan menekan telapak kita ke dada penderita (seperti gerakan memompa) sedalam kurang lebih 5 cm. Pijat jantung kita lakukan sebanyak 30 kali pijatan bisa kita ulangi lagi sebanyak 30 kali pijatan begitu seterusnya sampai datang pertolongan ambulance

Yang harus kita ketahui bahwa “Angin Duduk” atau Angina Pectoris dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat yaitu bebas dari merokok, melakukan olahraga minimal 2 kali dalam seminggu dengan durasi waktu 30 menit , menghindari makanan yang berlemak, tinggi kalori, mengontrol kadar gula darah pada usia diatas 45 tahun, menejemen stress, istirahat minimal 6 jam per hari, bagi masyarakat  yang mempunyai tekanan darah tinggi, diabetes militus (kencing manis) dianjurkan untuk mematuhi nasehat dari petugas kesehatan seperti  patuh minum obat secara teratur sesuai dengan dosis yag diberikan, melakukan kontrol rutin sesuai dengan jadwal dari fasilitas kesehatan. Karena dengan kita mematuhi anjuran dari petugas kesehatan akan memberikan manfaat mencegah terjadinya komplikasi serta dapat memperlambat proses perjalanan penyakit dan terakhir adalah meningkatkan kualitas hidup kita

Dari semua yang  sudah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa angin duduk merupakan kondisi yang membahayakan apabila tidak segera mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan, upaya/tindakan yang selama ini dilakukan dimasyarakat seperti dikeroki atau diberikan obat-obat anti masuk angin justru akan mempercepat dan memperluas kerusakan otot otot jantung yang dapat berakibat fatal baik dalam waktu dekat atau dalam waktu yang lama, pola hidup sehat menjadi kunci utama keberhasilan untuk mencegah terjadinya serangan jantung ataupun penyakit degeneratif/penyakit karena proses penuaan lainnya seperti tekanan darah tinggi, stroke, kencing manis dan sebagainya. Setiap warga masyarakat dapat memberikan pertolongan kegawatandaruratan jantung karena serangan jantung dapat terjadi dimana saja, dikantor, di mall, dilapangan sepak bola atau saat bulu tangkis, di sawah dan lain-lain, dengan cara melakukan pijat jantung

Leave a Comment

Pemerintah Kota Kediri
LPSE Kota Kediri
Dinas Kesehatan kota Kediri
Aduan Warga Kota Kediri
E-Katalog LKPP
DPM-PTSP Kota Kediri
Dispendukcapil Kota Kediri

Copyright © 2020 RSUD Gambiran Kota Kediri | All Rights Reserved

logo-rsud-gambiran